Senin, 27 Oktober 2014

Because i miss you

Aku mengenalnya begitu dalam, mungkin menyukainya sebagai lelaki walaupun mungkin ini perasaanku saja. Dia menceritakan segalanya kepadaku, masalah perceraian orang tuanya, dan pertengkaran dengan kekasih2nya semua ada di memoriku.
Aku sadar kalau dia hanya menganggap sahabat masa kecilnya, tapi kenapa aku ga bisa seperti itu, kenapa aku justru malah melihatnya sebagai sosok yang ingin aku miliki seutuhnya.

ketika dia putus dengan kekasihnya, malam2 mingguku pun ramai dengan kehadirannya, canda tawanya, setiap rangkulan persahabatan itu aku masih bisa rasakan debaran jantungku. Dia bilang dia merasa beruntung memiliki sahabat seperti aku, aku hanya tersipu walaupun dia tidak melihat reaksi yang aku perlihatkan.

ketika dia berantem dengan orang tuanya, malam2 ku penuh dengan suara dia di hp sampai kadang aku pulas dengan oceh2an nya. mungkin dalam mimpipun aku memimpikan dia sedang meluapkan emosi nya dan aku seperti sedang melihat lawakannya. seperti sedang mimpi indah..

ketika dia bahagia dengan hidupnya, dia tidak juga melupakan aku, masi sering menghubungiku walaupun rutinitasnya ga sesering ketika dia sedang sendiri, bahkan dia sering bilang kekasihnya suka cemburu melihat keakraban kami, padahal dalam hati akupun juga cemburu melihat kemesraan kalian.

rasa ini bukan rasa kemarin sore, aku sadar selamanya stempel sahabat masa kecil itu akan selalu terpampang di punggungku, aku ga ingin mengakhirinya tanpa mengatakan yang sejujurnya kepada dia, tapi apa aku bisa?

Dan hari itu datang, aku seperti disadarkan oleh temanku yang lain, untuk segera mengatakan perasaan ini.
temanku yang lain bilang 'mau sampai kapan rasa itu kamu simpen sendiri? sampai tua? atau sampai dia akhirnya bahagia dengan cewe lain? dan kalau saat itu datang kamu jangan meratapinya ya'

Jantungku seperti berhenti berdetak, setiap kata2nya itu seolah2 menyadarkan aku untuk segera menyelesaikan perasaan hati ini...

Hari itu dia memang sudah berjanji untuk menjemput dan seperti biasa mengeluarkan unek2 di kepalanya. Di mobil seperti biasa aku disambut dengan senyuman mautnya,

'tau ga sih.. sebel banget gue liat bokap tiri g, lagaknyaaaa selangittt! kalo ga mandang nyokap sihh ... '

aku hanya tersenyum melihat celotehannya, dia bercerita berapi-api sembari arah pandangan tetap di kemudi nya.

'kok lu malah ketawa2 sih reseeee yaaa!' katanya sambil mengucek2 rambutku sembari tetap menyetir mobil.

rasanya aku akan merindukan setiap hal yang aku lakukan dengan dia, karena mungkin setelah aku mengatakan perasaanku semua ini akan berlalu...

ketika sampai ditempat tujuan kita, aku bilang sebelum turun ada sesuatu yang mau aku bilang. Dia mengurungkan niat untuk mematikan mobil dan menoleh ke arahku.

'ada apa?'

'mungkin ini aneh tapi gue cukup sampe disini aja mau dianggep sahabat masa kecil, karena gue ga mau merasakan lebih dalem lagi sendirian.. gue sayang sama lu tapi lebih dari sahabat.. dan gue ga mau dianggap sebagai sahabat lagi.. sori ya..' airmataku menetes perlahan mengaburkan pandanganku membuatku tak bisa melihat dengan jelas reaksi nya.
Muka dia seketika berubah seolah2 tidak percaya dengan apa yang aku bilang,

'lo jangan aneh2 ya .. apaan sih?'

'sori banget karena uda buat lo bingung.. gue cuman mo ngomong apa yang selama ini ada di hati gue.. sahabat itu ternyata ga cukup karena gue mau lo liat gue sebagai cewe, bukan sebagai sahabat.. '

aku tau ini mungkin artinya akhir hubungan persahabatan kami, saat ini diapun juga sudah memiliki kekasih baru..

'gue balik dulu ya sori buat semuanya.. ' aku segera mengakhiri kata2ku tanpa melihat lanjutan reaksi dia.

aku segera turun dari mobil nya dan itu hari terakhir aku melihatnya, merasakan dia ada disampingku, air matakupun semakin deras tak tertahankan ketika mengingat semua kenangan dengan dia.

dia tidak mengejarku dan tidak pula keluar dari mobil ketika aku hilang dari pandangannya.

andai aku tahu apa yang dia pikirkan mungkin aku bisa menimbang kembali harus atau tidak mengatakan perasaan ini..
andai aku tahu apa yang dia pikirkan mungkin aku juga tetap akan meratapi keadaan yang ada..
andai aku tahu apa yang dia pikirkan mungkin aku bahagia dengan pilihanku?
... tidak ada yang tahu..

hari-hari berlalu dan aku sungguh sangat merindukan dia, merindukan setiap yang ada pada diri dia..

그리워 그리워서 그대가 그리워서
geuriwo geuriwoseo geudaega geuriwoseo
Miss you, miss you so much, because I miss you so much

Jung Yonghwa - Because i miss you


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku bisa apa?

Inilah ungkapan perasaan dan pikiran wanita usia 34tahun yang telah 3 tahun lebih menikah  dan sedang menantikan supaya bisa segera hamil. ...